Ibu, Bapak..
Bandingkan dengan usaha kalian yang telah membesarkanku . Berapa banyak cucuran keringat yang telah kalian keluarkan?. Berapa banyak energy yang kalian keluarkan?. Betapa gigihnya kalian mempertahankan keberadaanku . Betapa gagahnya kalian menahan emosi agar tak terluapkan kepada? Walaupun awal emosi itu lahir pun bisa saja dari aku. Kalian pun juga ganas memangsa perasaan nelangsa kalian yang bisa juga perasaan nelangsa itu datangnya dari beberapa kesalahn kecil yang terus aku timbun hingga sampai saat ini . Dan hal yang berharga adalah ketika kalian dengan sabar merawat bayi munggil yang dilahirkan secara sesar yang memiliki ukuran lebih kecil dari botol minuman bersoda ukuran 1 liter, yaitu aku. Banyak terima kasih aku ucapkan karena dengan sabar kalian dapat membimbingku tumbuh hingga saat ini.
Namun lihatlah sekarang ! semuanya berbanding terbalik !. Aku belum bisa membahagiakan kalian, untuk membantu saja aku juga kurang maksimal . Aku juga belum bias membanggakan kalian akan prestasi prestasiku mungkin, atau apa lah yang bias membuat kalian bangga . walaupun kalian selalu bilang bahwa kalian bangga mempunyai anak seperti aku . Tapi tetap saja aku belum bisa membuat kalian bangga . mungkin suatu saat aku bisa . Membuat kalian senang juga aku belum mampu melakukannya secara maksimal . bagaimana kalian bias senang jika setiap pemikiran kalian selalu aku bantah . hanya ngambek, cuek, acuh dan hal hal yang kurang pantas lainnya yang sering aku kedepankan . termasuk ketidak patuhan cukup sering aku lakukan.rasa malas juga ikut andil dalam pertumbuhanku selama ini.
Namun sebuah keyakinanku slalu ada. Suatu saat aku akan membuat kalian bahagia, bangga dan senang. Karna apa? Karna itu sebuah adalah salah satu kewajiban seorang anak terhadap kedua bapak ibunya. Ya, walaupun aku tak tahu bagaimana aku bisa membahagiakan kalian. Tapi aku yakin aku bisa..
Aku ingin bapak dan ibu melihat suatu saat nanti anakmu menjadi seorang pengusaha yang tidak kaya namun juga tidak gagal tapi pengusaha yang kecukupan . aku ingin kalian bisa melihat, merasakan dan menyentuh kehadiran cucu cucu kalian dari aku beserta calon istriku kelak. Semoga mereka pun dapat berbakti kepada kalian. Juga seorang calon istriku yang kelak kan menjadi istri resmi ku, akan aku wajibkan untuk mencintai bapak dan ibu juga selain mencintai aku. Begitu pula denganku yang insyaallah dapat mencintai bapak ibunya. Lebih jauh lagi jika aku diperbolehkan menerawang masa depan . aku ingin melihat bapak dan ibu dapat pergi ketempat yang terlampau indah yang dimana setiap umat muslim pun selalu memasang mimpi untuk berkunjung kesana. Ya, mekkah dan madinah serta beberapa kota yang akan menjadi tujuan haji . aku ingin sekali melihat kalian beruda melakukan itu . aku sungguh ingin melihat kalian berdua melakukan ibadah suci itu .
Ya Allah, semoga aku adalah hambamu yang paling beruntung untuk mendapatkan semua itu. Walau saat ini aku belum bisa tapi suatu saat aku bisa dan semoga aku bisa.


01.47
PrasojoRDP
Posted in:
0 bacotan:
Posting Komentar