Translate

Selasa, 09 Agustus 2011

Kita dan Alam

        Ketika zaman terus berkembang maka terus tercipta sebuah penemuan penemuan baru. Membuat manusia memiliki lebih banyak opsi dalam kehidupannya untuk mempergunakan sesuatu. Para ahli menciptakan sebuah penemuan agar manusia dapat dimudahkan kebutuhannya. Namun, manusia malah menjadi semakin konsumtif. Manusia menjadi semakin komersil. Semua yang ada disulap menjadi suatu barang yang paling menguntungkan. Sekecil debu pun bisa jadi uang. Ya, ini lah letak pembeda manusia dengan hewan. Akal yang terlampau banyak. Sehingga mudah untuk memikirkan suatu keuntungan. Ini lah era dimana manusia akan mulai memuaskan dirinya, mengeksplorasi kakayaan alam, menimbun pasokan pasokan kebutuhan untuk masa depan tapi apa iya dengan alam?. Bagaimana kabarnya sekarang?.
          Entahlah. Mungkin sampai sekarang dia masih bisa bertahan diantara alam hidup dan matinya. Tapi bagaimana dengan esok, lusa atau seterus seterusnya?. Apakah dia hanya bisa memberi kan kontribusi bagi kehidupan kita saja, bukan kah dia juga mengharapkan partisipasi kita dalam menjaga kelangsungan hidupnya. Seharusnya kita sadar bahwa kita saling ketergantungan. Jangan berpikiran bahwa dia "alam" masih kuat untuk beberapa puluh tahun kedepan saja. Coba pikirkan jika beberapa puluh tahun ke depan anak atau cucu kita ditinggalakan oleh alam. Apakah kita bisa pergi kemasa akan datang untuk membawa anak cucu kita kembali ke masa lampau agar terhindar dari hahl itu. Apa kita bisa memutar waktu untuk memperbaikinya. Apa kita bisa dengan tenang berbaring dan bersenang senang disurga sedang melihat anak cucu kita bingung mencari sesuatu yang berharga bagi masa depannya.
           Untung saja alam tidak bisa berteriak!. Seandainya ia bisa, apakah kalian tega melihatnya merintih memohon bantuanmu. Dan setelah itu apakah kau hanya diam saja?. Ayo! Kita mempercantik alam. Ambilkan dia "alam" lipstik hijau. Warnai seluruh bibirnya dengan kehijauan lipstiknya. Kita mandikan badan alam dengan segala cara agar ia tetap terjaga kebersihannya. Sama seperti ketika kita menjaga penampilan kita. Ayo berhubungan intim dengan alam. Bukan berhubungan selayak suami istri tapi kita memberikan jodohnya kepadanya. Beri sesutau yang dia butuhkan. Hingga ia puas dan merasa lega. Lebih lebih hingga dia bisa terus melakukan kelangsungan hidupnya. Mari kita ajarkan alam menabung. Atau kita yang harus menabung. Memanage kebutuhan kita dan ketersediaan alam untuk kita. Investasi juga harus!. Investasikan semua keahlian kita, sebisa kita untuk merawat alam. Dan jika kita bisa melakukan ini. Insyaallah alam pun akan membalas semua jasa jasa kita.
               Mungkin tidak sekarang alam akan segera membalasnya tapi esok, lusa dan seterusnya. Alam akan mempersembahkan segala yang ia punya untuk anak cucu kita. Asal mereka pun mampu membahagiakan alam juga. Semua adalah mengenai kita dan alam.

0 bacotan:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes