Translate

Senin, 09 Januari 2012

Bertemu denganmu ditengah malam

       Hai bulan, kita berjumpa lagi dipukul yang sama seperti saat aku menulis tentang dia yang memberi inspirasi selama aku mengenalnya. Sekarang aku ingin bercerita pada kertas yang akan terukir oleh tinta pena. Malam ini adalah malam yang indah untuk bertutur pada lembaran kertas ini.
       Sesungguhnya aku ingin bicara berdua dengan dia. Aku ingin melewati mala mini dengan berdiskusi kesana kemari mencari sebuah titik yang akan kami jalani berdua. Titik yang mempertemukan pemikiran pemikiran kami tentang satu sama lain. Titik yang akan menjadi Undang Undang Hubungan Berpacaran “UUHB” kami.
       Aku ingin menanyakan padanya tentang bagaimana keadaannya setelah sekian lama dia bersamaku. Aku harap keadaannya akan baik – baik saja. Baik untuk prestasi yang selalu naik atau konsisten lah minimal, baik untuk beberapa nilai mata pelajaran yang selalu naik setiap saatnya atau minimal konsisten lah, baik untuk akhlak yang harus selalu baik dan berkembang menjadi akhlak yang di inginkan oleh tuhan, baik untuk merencanakan dan menggapai masa depan, baik untuk berhubungan sosial, baik untuk segala hal yang kita anggap baik untuk kita. Namun yang paling terpenting adalah baik untuk hubungan kita berdua.
       Jujur aku adalah lelaki biasa yang belum peka terhadap perasaan wanita. Tapi aku akan selalu berusaha. Dan aku ingin bertanya “Apakah ada yang akan kau sampaikan tentang aku selama kita berhubungan?”. Jujur aku tak ingin menyakitimu atau membuatmu merasa terkekang seperti burung yang terkekang oleh sangkarnya. Rasanya tak elok saja bila aku menyakitimu. Sungguh sangat tak elok.
                Ah…. Mungkin malam bisa memberi ku jawaban. Malam akan dengan segeranya menurunkan jawaban kedalam mimpiku. Jika malam ini aku tak bisa menemuimu untuk ngobrol berdua. Aku akan meminta pikiranku untuk berimajinasi sebelum aku tertidur sehingga aku dapat bermimpi tentang kita. Berdua. Duduk mesra berdua. Membuka pertemuan dengan jamuan makan malam. Lantas minum teh hangat yang berbumbu cinta. Kita ditemani 2 buah lilin panjang ala raja – raja eropa yang sedang dinner dengan ratunya. Ya, aku rajanya dan kamu ratunya.
Malam  ini, aku ingin bertemu mu Sastra…

0 bacotan:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes