Aku yakin bahwa setiap orang pasti membutuhkan orang lain. Setiap orang pasti akan melakukan aksi untuk mendapatkan reaksi. Entah positif atau negative, semua tergantung terhadap niat masing masing. Hal itu wajar karena setiap orang akan berusaha mendapatkan perhatian orang lain. Atau juga hal itu berdasarkan keinginan untuk menolong atau tertolong. Intinya adalah timbale balik. Kita adalah makhluk social.
Aku yakin bahwa setiap orang pasti memiliki beberapa orang tertentu yang akan mereka sebut teman. Ada teman yang membawa pengaruh buruk namun ada pula yang membawa pengaruh positif terhadap perkembangan hidup seseorang. Namun dari sekian banyak teman, 100 teman lah misalnya. Tak mungkin 100 teman itu akan kita jadikan sahabat bukan?. Tentunya kita akan lebih selektif lagi dalam meningkatkan status teman menjadi sahabat.
Apa sih sahabat itu?
Menurut gue, sahabat itu lebih dari sekedar teman yang bersama dalam suka atau pun duka. Lebih jauh dari itu, sahabat bagi gue adalah seseorang yang paham banget tentang gue, orang yang ngasih gue kebebasan berekspresi, orang yang nggak ngekang gue atas nama persahabatan kami. Fleksibel namun loyalitas tanpa pengharapan dan terbatas. Itu lah sahabat sahabat gue.
Kenapa menurut gue sahabat gue itu harus fleksibel namun loyalitas tanpa pengharapan dan terbatas?
Ya, pertama Fleksibel. Gue orangnya cuek, simple, enjoy enjoy aja dan apa adanya plus ceplas ceplos jadi gue alo cari sahabat yang fleksibel aja. Gue ajak gini bisa, gitu bisa walau gak bisa pun juga gak apa apa. Sahabat gue gak harus ikut sedih ketika gue sedih, gak harus ikut galau ketika gue sedang galau, gak perlu ribet ketika gue ribet, gak harus susah ketika gue susah. Loh knp?. Ya, ini jawabannya. Ketika gue sedih apakah sahabat gue harus sedih?. Kalo gue sedih, mreka sedih terus siapa yang bakal ngehibur gue?. Malah malah kita bisa sedih bersama dong?. Ya kan?. Jadi dalam konsep persahabatan gue. Ketika gue sedih, sahabat gue boleh sedih tapi hanya untuk beberapa detik aja dan gue gak mau lagi liat sahabat gue sedih. Gue pengen liat mreka ketawa lepas, karena ketika mereka ketawa mereka pasti akan membuat gue tertawa dengan cara cara mereka masing masing. Bagitu jug ague ketika temen gue sedih, gue akan selalu berusaha tersenyum dan membuat dia tersenyum. Dan begitu lah seterusnya. Ketika mereka sakit, gue gak mungkin dan gak mau ikut sakit tapi gue mau jadi penyembuh bagi mereka. Ketika mereka galau pun gue tetep berusaha ngertiin dia, turut prihatin tapi gue gak mau nimbrung bareng sama dia jadi orang galau, karena gue harus bisa jadi penghibur bagi dia.
Loyalitas tanpa pengharapan dan terbatas. Ini mungkin agak beda dengan selogan “loyalitas tanpa batas”. Loyalitas tanpa pengharapan itu menurut gue adalah seberapa ikhlas sih kita melakukan sesuatu untuk sahabat kita tanpa mengharapkan keharusan bantuan ulang dari sahabat gue. Jadi ketika gue mbantu temen gue, maka gue gak bakal berharap “semoga loe bakal bantu gue ketika gue susah kaya loe”. Namun gue berdoa “Ya Tuhan, ini semua karena aku beribadah. Suatu saat aku juga akan mengalami masa masa sulit tapi aku gak berharap dia bisa membalasnya jika dia gak bisa. Tapi aku yakin, niat baikku akan kau jawab dengan kebaikan. Engkau maha mengetahui Tuhan. Jadikan gue sahabat yang ikhlas, ikhlas bersahabat karena Ibadah. Engkau maha adil Tuhan”. Nah jadi jangan lah suatu saat ketika kita sedang terpuruk, jangan lah kita bilang “wah, loe kemana aja ketika gue butuh?. Apa timbale balik loe buat gue. Gue selalu ada buat loe. Loe kemana aja buat gue?”. Ehm jangan brother & sister. Gue kasih tau ya!. Sahabat kita juga seperti kita, sama sama manusia dan memiliki kesibukan yang berbeda beda. Pahamilah sahabatmu. Tuhan adil kok. Misal suatu saat loe butuh sahabat loe tapi sahabat loe gak ada, Tuhan pasti memberikan bantuan buat loe melalu perantara lain. Jadi jangan ada pemaksaan diantara kita. Jadi kita harus loyal kepada sahabat kita tapi jangan terlalu berharap untuk mendapatkan balasan yang lebih, niatkan lah beribadah dan sahabat juga memiliki batasan batasan tertentu bukannya tak terbatas.
Gue bersyukur sampai saat ini memiliki sahabat sahabat terbaik gue seperti Dwatra Apriandi, Riskiadi Erlangga P, Cossa Indra R, Dwi Wicaksono, Muh Khoirudin, Agus Supriadi dan Seorang sahabat yang sudah menjadi kekasih hati sampai saat ini, Insyaallah sampai menuju tingkat tertinggi yaitu Noviary Sastra Asmara. Teman teman terbaik gue juga banyak, Edwin, Ferdian, Indra, Nuril, Dedi, Guntur, Alfian, Mas Indra dan semua yang belum tersebutkan. Mereka adalah orang orang yang ikut menjadi tokoh dalam kisah hidupku.
Aku yakin bahwa setiap orang pasti memiliki beberapa orang tertentu yang akan mereka sebut teman. Ada teman yang membawa pengaruh buruk namun ada pula yang membawa pengaruh positif terhadap perkembangan hidup seseorang. Namun dari sekian banyak teman, 100 teman lah misalnya. Tak mungkin 100 teman itu akan kita jadikan sahabat bukan?. Tentunya kita akan lebih selektif lagi dalam meningkatkan status teman menjadi sahabat.
Apa sih sahabat itu?
Menurut gue, sahabat itu lebih dari sekedar teman yang bersama dalam suka atau pun duka. Lebih jauh dari itu, sahabat bagi gue adalah seseorang yang paham banget tentang gue, orang yang ngasih gue kebebasan berekspresi, orang yang nggak ngekang gue atas nama persahabatan kami. Fleksibel namun loyalitas tanpa pengharapan dan terbatas. Itu lah sahabat sahabat gue.
Kenapa menurut gue sahabat gue itu harus fleksibel namun loyalitas tanpa pengharapan dan terbatas?
Ya, pertama Fleksibel. Gue orangnya cuek, simple, enjoy enjoy aja dan apa adanya plus ceplas ceplos jadi gue alo cari sahabat yang fleksibel aja. Gue ajak gini bisa, gitu bisa walau gak bisa pun juga gak apa apa. Sahabat gue gak harus ikut sedih ketika gue sedih, gak harus ikut galau ketika gue sedang galau, gak perlu ribet ketika gue ribet, gak harus susah ketika gue susah. Loh knp?. Ya, ini jawabannya. Ketika gue sedih apakah sahabat gue harus sedih?. Kalo gue sedih, mreka sedih terus siapa yang bakal ngehibur gue?. Malah malah kita bisa sedih bersama dong?. Ya kan?. Jadi dalam konsep persahabatan gue. Ketika gue sedih, sahabat gue boleh sedih tapi hanya untuk beberapa detik aja dan gue gak mau lagi liat sahabat gue sedih. Gue pengen liat mreka ketawa lepas, karena ketika mereka ketawa mereka pasti akan membuat gue tertawa dengan cara cara mereka masing masing. Bagitu jug ague ketika temen gue sedih, gue akan selalu berusaha tersenyum dan membuat dia tersenyum. Dan begitu lah seterusnya. Ketika mereka sakit, gue gak mungkin dan gak mau ikut sakit tapi gue mau jadi penyembuh bagi mereka. Ketika mereka galau pun gue tetep berusaha ngertiin dia, turut prihatin tapi gue gak mau nimbrung bareng sama dia jadi orang galau, karena gue harus bisa jadi penghibur bagi dia.
Loyalitas tanpa pengharapan dan terbatas. Ini mungkin agak beda dengan selogan “loyalitas tanpa batas”. Loyalitas tanpa pengharapan itu menurut gue adalah seberapa ikhlas sih kita melakukan sesuatu untuk sahabat kita tanpa mengharapkan keharusan bantuan ulang dari sahabat gue. Jadi ketika gue mbantu temen gue, maka gue gak bakal berharap “semoga loe bakal bantu gue ketika gue susah kaya loe”. Namun gue berdoa “Ya Tuhan, ini semua karena aku beribadah. Suatu saat aku juga akan mengalami masa masa sulit tapi aku gak berharap dia bisa membalasnya jika dia gak bisa. Tapi aku yakin, niat baikku akan kau jawab dengan kebaikan. Engkau maha mengetahui Tuhan. Jadikan gue sahabat yang ikhlas, ikhlas bersahabat karena Ibadah. Engkau maha adil Tuhan”. Nah jadi jangan lah suatu saat ketika kita sedang terpuruk, jangan lah kita bilang “wah, loe kemana aja ketika gue butuh?. Apa timbale balik loe buat gue. Gue selalu ada buat loe. Loe kemana aja buat gue?”. Ehm jangan brother & sister. Gue kasih tau ya!. Sahabat kita juga seperti kita, sama sama manusia dan memiliki kesibukan yang berbeda beda. Pahamilah sahabatmu. Tuhan adil kok. Misal suatu saat loe butuh sahabat loe tapi sahabat loe gak ada, Tuhan pasti memberikan bantuan buat loe melalu perantara lain. Jadi jangan ada pemaksaan diantara kita. Jadi kita harus loyal kepada sahabat kita tapi jangan terlalu berharap untuk mendapatkan balasan yang lebih, niatkan lah beribadah dan sahabat juga memiliki batasan batasan tertentu bukannya tak terbatas.
Gue bersyukur sampai saat ini memiliki sahabat sahabat terbaik gue seperti Dwatra Apriandi, Riskiadi Erlangga P, Cossa Indra R, Dwi Wicaksono, Muh Khoirudin, Agus Supriadi dan Seorang sahabat yang sudah menjadi kekasih hati sampai saat ini, Insyaallah sampai menuju tingkat tertinggi yaitu Noviary Sastra Asmara. Teman teman terbaik gue juga banyak, Edwin, Ferdian, Indra, Nuril, Dedi, Guntur, Alfian, Mas Indra dan semua yang belum tersebutkan. Mereka adalah orang orang yang ikut menjadi tokoh dalam kisah hidupku.


03.57
PrasojoRDP
Posted in:
0 bacotan:
Posting Komentar