Menjaga sebuah hubungan agar tetap terjalin dan berjalan itu susah. Tapi yakinlah bahwa ini hanya ujian. Salah satu ujian sebelum menuju ke level tertinggi. Kita tak hanya bertarung melawan ego, nafsu, dan mood kita saja. Lebih jauh lagi kita harus melawan bisikan bisikan yang berisikan tentang logika logika setan. Bisikan yang mungkin dapat menyesatkan kita kedalam kesalah pahaman.
Bisikan itu seperti angin. Dapat berhembus dari mana saja, dan dapat pula membawa wewangian atau bahkan kebusukan. Perumpamaan lain adalah seperti suara yang entah sumbang atau tidak, tapi pasti akan sampai juga ke telinga kita.
Jangan kau beri izin pendengaranmu mendengar seseorang yang berkoar tentang kita. Sesungguhnya mereka tak tahu siapa kita. Mereka hanya lah sesosok manusia biasa yang sama halnya dengan kita, mereka hanya manusia yang beridentitas teman yang tak mungkin mendapatkan predikat “sahabat hati” bagi kita. Mereka juga lah yang menjadikan warna putih menjadi abu. Menjadi kan warna kehidupan yang seharusnya hanya untuk kita menjadi terkontaminasi dengan nasihat nasihat yang bertuliskan tentang logika logika setan. Jangan beri kan pikiranmu untuk nasihat mereka itu. Bukan kah sebaiknya hati kita dimanfaatkan untuk mempercayai takdir takdir tuhan. Takdir yang bisa saja dengan mudahnya mempersatukan kita. Atau bahkan takdir yang bisa dengan terlampau mudahnya pula memisahkan kita. Dan apa salahnya jika aku terus meyakinkanmu bahwa takdir tuhan tentang kita itu indah. Yakin ku indah. Walau kadang semilir angin berbau busuk pembawa doktrin yang bisa merusak hal yang telah kita yakini itu ada dan datang berbarengan dengan pembawanya yang bukan sahabat hati yang ingin sok menuntun kita dengan logika logika-nya itu. Bukan kah lebih baik dia mengurusi urusannya saja.
Sejujurnya saja, aku juga tidak senang ketika urusan privasiku dicampuri oleh orang orang yang bukan sahabat hati. Aku hanya mempersilahkan para sahabat hati dan para saudara saudara ku saja yang bisa masuk dan keluar secara bebas terikat dalam segala variasi keperluan dalam hidupku. Namun aku juga tak berhak melarang bukan sahabat hati itu untuk tahu tentang kita. Namun, betapa tertawanya aku ketika bukan sahabat hati itu dengan semangatnya mengatas namakan teman lalu merecoki suatu urusan kita dan lebih lebih mendoktrin kita untuk berbuat sesuai keinginan mereka. Bukan kah kita mempunyai cara cara sendiri yang sudah kita pilih. Cara cara yang kita adopsi dari sesuatu yang kita yakini kebenarannya. Cara cara yang telah kita modifikasi sesuai kapasitas kita. Bukan cara mereka yang hanya cocok untuk diaplikasikan ke kisah mereka.
Dan bagi bukan sahabat hati yang baik, seharusnya dengan cara anda hanya lah untuk anda. Coba menjadi lah penyelesai masalah anda. Karena cara cara anda adalah cara terbaik dan paling baik untuk anda. Dan salah jika anda ingin menyetting kami menggunakan cara anda. Kami bukan anda. Dan anda jelas sekali bukan kami. Kita tidak sama dalam berbagai hal. Anda lebih baik dari kami dan kami akan selalu berusaha menjadi lebih baik lagi bagi diri kami sendiri. Bukankah KISAH KAMI HANYA KAMI YANG TAHU. Jangan lah mendoktrin seseorang dengan kalimat yang dapat membuat seseorang tersebut bimbang. Tapi aplikasikan lah sesuatu yang akan anda doktrinkan kepada kami untuk diri anda sendiri saja.
Ketika anda membisikkan logika logika benar menurut anda itu belum tentu benar menurut kami. Karna banyak hal yang bersifat relatif. Jika menurut anda “Tidak menyayangi seseorang dengan sepenuhnya karena anda takut sakit hati karena kemungkinan terburuk” itu baik untuk anda maka lakukanlah. Dan jangan pernah menyuruh kami untuk seperti itu. Karena aku yakin bahwa “Rasa sayang yang berbalut keikhlasan akan menjadi indah. Walau kemungkinan buruk bisa terjadi tapi setidaknya kita telah mencicipinya. Mencoba merasakan cinta yang tulus dari seseorang yang kita harapkan bisa menjadi pasangan kita hingga menuju ke level tertinggi. Bukankah itu tidak sia sia?. Bukan kah rencana tuhan selalu indah?. Dan keikhlasanlah yang akan membuat lapang dada kita untuk menjalani semua yang terjadi”.


03.01
PrasojoRDP
Posted in:
0 bacotan:
Posting Komentar