Translate

Minggu, 07 Agustus 2011

Sedang Jatuh CInta


Jumat, 24 September 2010

Malam adalah waktu dimana keindahan mulai terlihat. Keindahan lampu lampu kota yang bisa dilihat dari teras rumah dilantai dua. Dan semakin menambah indahnya malam, angin pun turut menyemilirkan raganya dan membentur tubuh tubuh manusia. Membuat hilang rasa gerah.

Dilain tempat tak jauh dari rumah berlantai dua yang berada tepat dibelakang masjid kecil, ada anak anak kecil yang sedang menikmati lampu lampu malam juga. Dengan lompatan lompatan dan canda candaan yang khas mereka.

Namun didalam rumah berlantai dua itu malah ada seorang pria yang tak bisa menikmati lampu lampu malam. Seorang remaja putra yang sedang menyelesaikan bagian bagian kecil dari mimpinya.

Dengan keseriusan yang penuh membuatnya tak bisa diusik oleh apa pun. Suara gaduh adalah tenang, suara kasar nan keras adalah nyaring dan merdu baginya. Dan tak ada alasan bagi dia untuk tak meneruskan penjelajahannya ke dunia dengan metode lain yang ia yakini sendiri.

Ya, metode readingisforownself. Dengan metode itu dia yakin bahwa membaca adalah salah satu cara untuk berkeliling dunia.

Selama hidup dengan umurnya yang 17 tahun itu, dia habiskan dengan berkutat dengan lembaran - lembaran yang berisi dunia. Setiap kedipan sang detik yang dijalankan oleh waktu, ia lalui untuk berkawan dengan lembaran - lembaran berisi sejuta mimpi - mimpinya itu. Sehingga selama ini dia tak perna ditemukan oleh pemudi yang ingin dia temukan.

Suatu hari masih dengan malam yang berbintang dan juga bulan yang selalu setia berganti dengan matahari pada waktunya dan dengan harmonisnya. Pria kutu buku bermimpi bertemu dengan seorang murid baru dikelasnya yang juga baru itu. Sejak bunga tidur itu muncul dalam keheningan tidurnya. Lelaki remaja itu seakan sedang puber. Cowok yang dulunya sangat cuek pada orang sekitar dan lebih sumringah dengan buku - buku penghantar gerbang dunianya.

Sekarang seakan image itu runtuh tertepa angin puting beliung. Dari musibah itu lahirlah korban - korban perubahan waktu. Kini pria pendiam itu jadi tampil dengan pakaian - pakaian yang tak pernah difikirkan oleh teman - temannya sekarang. He's look different than ussualy.

0 bacotan:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes