Translate

Minggu, 15 Januari 2012

Menggapai mimpi

Ibu..
Hanya haturan terima kasih saja yang saat ini dapat anakmu berikan..
Selebihnya masih menjadi keinginan..
Tai percayalah bahwa suatu saat..
Aku, sang anak prematur 7 bulan akan merealisasikan salah satunya..
Walaupun tak sebanding dengan histori saat engkau mendewasakanku
Tapi setidaknya inilah usahaku..
Sungguh besar harapan engkau akan menerimanya..
Ibu, ini lah mimpi anakmu..
Apakah aku salah?
Tidak kan bu?
Karena aku yakin tak ada apapun yang tercipta salah..
Mungkin hanya tak tepat dan butuh sedikit renovasi planning..
dan tambahan semangat yang luas..
Ibu, doakan aku..
Mimpi ini akan ku gapai !

kerinduan

sepoi angin menyapu raga yang semakin mendingin
menambah kebekuan jiwa yang terjauh dari cinta
keganasan malam turut menhenuskan ketajamannya
membuat jiwa pecinta terluka dan butuh penawarnya
jauh direlung imajinasi sang pecinta
tersirat lukisan sesosok wajah wanita tercinta
tak peduli dengan borok kerinduan yang menganga
aku sang pecinta akan terus menawarnya
setidaknya dengan pil imajinasi penyetting mindsetku
dan esok, akan ku tawar lukaku dengan dirimu

Senin, 09 Januari 2012

Bertemu denganmu ditengah malam

       Hai bulan, kita berjumpa lagi dipukul yang sama seperti saat aku menulis tentang dia yang memberi inspirasi selama aku mengenalnya. Sekarang aku ingin bercerita pada kertas yang akan terukir oleh tinta pena. Malam ini adalah malam yang indah untuk bertutur pada lembaran kertas ini.
       Sesungguhnya aku ingin bicara berdua dengan dia. Aku ingin melewati mala mini dengan berdiskusi kesana kemari mencari sebuah titik yang akan kami jalani berdua. Titik yang mempertemukan pemikiran pemikiran kami tentang satu sama lain. Titik yang akan menjadi Undang Undang Hubungan Berpacaran “UUHB” kami.
       Aku ingin menanyakan padanya tentang bagaimana keadaannya setelah sekian lama dia bersamaku. Aku harap keadaannya akan baik – baik saja. Baik untuk prestasi yang selalu naik atau konsisten lah minimal, baik untuk beberapa nilai mata pelajaran yang selalu naik setiap saatnya atau minimal konsisten lah, baik untuk akhlak yang harus selalu baik dan berkembang menjadi akhlak yang di inginkan oleh tuhan, baik untuk merencanakan dan menggapai masa depan, baik untuk berhubungan sosial, baik untuk segala hal yang kita anggap baik untuk kita. Namun yang paling terpenting adalah baik untuk hubungan kita berdua.
       Jujur aku adalah lelaki biasa yang belum peka terhadap perasaan wanita. Tapi aku akan selalu berusaha. Dan aku ingin bertanya “Apakah ada yang akan kau sampaikan tentang aku selama kita berhubungan?”. Jujur aku tak ingin menyakitimu atau membuatmu merasa terkekang seperti burung yang terkekang oleh sangkarnya. Rasanya tak elok saja bila aku menyakitimu. Sungguh sangat tak elok.
                Ah…. Mungkin malam bisa memberi ku jawaban. Malam akan dengan segeranya menurunkan jawaban kedalam mimpiku. Jika malam ini aku tak bisa menemuimu untuk ngobrol berdua. Aku akan meminta pikiranku untuk berimajinasi sebelum aku tertidur sehingga aku dapat bermimpi tentang kita. Berdua. Duduk mesra berdua. Membuka pertemuan dengan jamuan makan malam. Lantas minum teh hangat yang berbumbu cinta. Kita ditemani 2 buah lilin panjang ala raja – raja eropa yang sedang dinner dengan ratunya. Ya, aku rajanya dan kamu ratunya.
Malam  ini, aku ingin bertemu mu Sastra…

Minggu, 08 Januari 2012

Sayang, ditempat yang tersesaki hingar bingar kesunyian ini
Aku bersesal diri
Ku tutup gerbang kegembiraan
Memberi izin kegelisahan menyesaki sumber pemikiran
Aku pasrah pada rasa bersalah
Ku biarkan juga penyesalan turut mencemoohku
Aku rasa itu tak terlalu hiperbola
Karena sebuah konsekuen menuntutku untuk itu
Meski kau tahu! Sebenarnya aku tak mau
Tapi inilah aku dengan kesalahanku
Hukuman pun jadi ramah memelukku
Dampak dari itu adalah datangnya pemelasan
Dan aku sedia terasuki pemelasan
Asal saja kalimat memaafkanku itu terlontar dari hatimu
Lantas di iya kan oleh mulut dan pribadimu

Konsep Persahabatan

Aku yakin bahwa setiap orang pasti membutuhkan orang lain. Setiap orang pasti akan melakukan aksi untuk mendapatkan reaksi. Entah positif atau negative, semua tergantung terhadap niat masing masing. Hal itu wajar karena setiap orang akan berusaha mendapatkan perhatian orang lain. Atau juga hal itu berdasarkan keinginan untuk menolong atau tertolong. Intinya adalah timbale balik. Kita adalah makhluk social.
Aku yakin bahwa setiap orang pasti memiliki beberapa orang tertentu yang akan mereka sebut teman. Ada teman yang membawa pengaruh buruk namun ada pula yang membawa pengaruh positif terhadap perkembangan hidup seseorang. Namun dari sekian banyak teman, 100 teman lah misalnya. Tak mungkin 100 teman itu akan kita jadikan sahabat bukan?. Tentunya kita akan lebih selektif lagi dalam meningkatkan status teman menjadi sahabat.
Apa sih sahabat itu?
Menurut gue, sahabat itu lebih dari sekedar teman yang bersama dalam suka atau pun duka. Lebih jauh dari itu, sahabat bagi gue adalah seseorang yang paham banget tentang gue, orang yang ngasih gue kebebasan berekspresi, orang yang nggak ngekang gue atas nama persahabatan kami. Fleksibel namun loyalitas tanpa pengharapan dan terbatas. Itu lah sahabat sahabat gue.
Kenapa menurut gue sahabat gue itu harus fleksibel namun loyalitas tanpa pengharapan dan terbatas?
Ya, pertama Fleksibel. Gue orangnya cuek, simple, enjoy enjoy aja dan apa adanya plus ceplas ceplos jadi gue alo cari sahabat yang fleksibel aja. Gue ajak gini bisa, gitu bisa walau gak bisa pun juga gak apa apa. Sahabat gue gak harus ikut sedih ketika gue sedih, gak harus ikut galau ketika gue sedang galau, gak perlu ribet ketika gue ribet, gak harus susah ketika gue susah. Loh knp?. Ya, ini jawabannya. Ketika gue sedih apakah sahabat gue harus sedih?. Kalo gue sedih, mreka sedih terus siapa yang bakal ngehibur gue?. Malah malah kita bisa sedih bersama dong?. Ya kan?. Jadi dalam konsep persahabatan gue. Ketika gue sedih, sahabat gue boleh sedih tapi hanya untuk beberapa detik aja dan gue gak mau lagi liat sahabat gue sedih. Gue pengen liat mreka ketawa lepas, karena ketika mereka ketawa mereka pasti akan membuat gue tertawa dengan cara cara mereka masing masing. Bagitu jug ague ketika temen gue sedih, gue akan selalu berusaha tersenyum dan membuat dia tersenyum. Dan begitu lah seterusnya. Ketika mereka sakit, gue gak mungkin dan gak mau ikut sakit tapi gue mau jadi penyembuh bagi mereka. Ketika mereka galau pun gue tetep berusaha ngertiin dia, turut prihatin tapi gue gak mau nimbrung bareng sama dia jadi orang galau, karena gue harus bisa jadi penghibur bagi dia.
Loyalitas tanpa pengharapan dan terbatas. Ini mungkin agak beda dengan selogan “loyalitas tanpa batas”. Loyalitas tanpa pengharapan itu menurut gue adalah seberapa ikhlas sih kita melakukan sesuatu untuk sahabat kita tanpa mengharapkan keharusan bantuan ulang dari sahabat gue. Jadi ketika gue mbantu temen gue, maka gue gak bakal berharap “semoga loe bakal bantu gue ketika gue susah kaya loe”. Namun gue berdoa “Ya Tuhan, ini semua karena aku beribadah. Suatu saat aku juga akan mengalami masa masa sulit tapi aku gak berharap dia bisa membalasnya jika dia gak bisa. Tapi aku yakin, niat baikku akan kau jawab dengan kebaikan. Engkau maha mengetahui Tuhan. Jadikan gue sahabat yang ikhlas, ikhlas bersahabat karena Ibadah. Engkau maha adil Tuhan”. Nah jadi jangan lah suatu saat ketika kita sedang terpuruk, jangan lah kita bilang “wah, loe kemana aja ketika gue butuh?. Apa timbale balik loe buat gue. Gue selalu ada buat loe. Loe kemana aja buat gue?”. Ehm jangan brother & sister. Gue kasih tau ya!. Sahabat kita juga seperti kita, sama sama manusia dan memiliki kesibukan yang berbeda beda. Pahamilah sahabatmu. Tuhan adil kok. Misal suatu saat loe butuh sahabat loe tapi sahabat loe gak ada, Tuhan pasti memberikan bantuan buat loe melalu perantara lain. Jadi jangan ada pemaksaan diantara kita. Jadi kita harus loyal kepada sahabat kita tapi jangan terlalu berharap untuk mendapatkan balasan yang lebih, niatkan lah beribadah dan sahabat juga memiliki batasan batasan tertentu bukannya tak terbatas.
Gue bersyukur sampai saat ini memiliki sahabat sahabat terbaik gue seperti Dwatra Apriandi, Riskiadi Erlangga P, Cossa Indra R, Dwi Wicaksono, Muh Khoirudin, Agus Supriadi dan Seorang sahabat yang sudah menjadi kekasih hati sampai saat ini, Insyaallah sampai menuju tingkat tertinggi yaitu Noviary Sastra Asmara. Teman teman terbaik gue juga banyak, Edwin, Ferdian, Indra, Nuril, Dedi, Guntur, Alfian, Mas Indra dan semua yang belum tersebutkan. Mereka adalah orang orang yang ikut menjadi tokoh dalam kisah hidupku.

Dipenghujung malam kali ini, aku menyerah..
Entah telingaku tertutup atau sengaja kau tutup..
Mataku juga tak bisa menerawang jauh..
Tentang dirimu dan keadaanmu..
Aku mengaku kalah pada semua yang lebih bisa memanjakan bibir dan hatimu untuk bertutur kata..
Dipenghujung malam ini aku lemah..
Tetesan air mata pun tak bisa ku bendung..
Aku gagal sebagai orang yg kau sebut kekasih..
Namun aku tak tahu hal apa yg membuatku gagal..
Yg ku tahu bahwa aku telah mengalirkan setetes keterbukaan yg membasuh hatimu..

Pagi terlampau dini
tapi otakku telah terforsir
Ragaku masih terlena oleh kemesraan sebuah ranjang
Menyebabkan terpicunya kekontradiksian
dengan benih benih pemikiran
Ia telah melanglang menjelajah masa depan
Menyusun pertanyaan ambigu
Lalu dijawabnya dengan sebuah kepastian
yang 80% terwujudnya masih abu
Dan menyebabkan kegiatannya tak terjawab hari ini
Hanya saja ia mendapati pilihan pilihan
Dan dengan ketepatan memilihnya
Ia akan membawaku pada apa yang aku inginkan
Sebuah masa depan yang menjanjikan

Perealisasian Mimpi

Hai pagi
Bagaimana kabarnya
Masih tetapkah ada cita kami pada otaknya
Ya, semoga saja terpelihara
Tumbuh membesar dan tahu diri
Menjadi cepat lantas mendekat dengan tepat
Agar hasrat kami rajin meningkat
Dan membuat hari perwujudannya semakin terasa
Membuat lebih dari sekedar rasa bangga
Hey man, ini kerja keras kita!
Boleh lah kita pamer pada dunia
Ini bukan lagi mimpi kita
Ini perealisasian mimpi yang tepat saatnya

Sabtu, 07 Januari 2012

sunyi dan kebebasan

aku mau terbenam jauh ke dasar kesunyian
menghisap sari sari keheningan
bebas melantunkan sair sair lagu keamarahan
tak harus terdengar oleh anda anda semua
cukup aku dan kawan kawan keheningan
sungguh nyaman, ketika ku didekap kesendirian
melepaskan gandengan amarah
sunyi, sepi, hening..
sunyi, sepi, hening..
sunyi, hening, dan sepi..
terkalah aku!
jadikan aku jiwa yang terbebas dari amarah
kau perantara pembebasan
bebaskan ! bebaskan ! Bebaskan

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes