Translate

Sabtu, 06 Agustus 2011

Tanggal 2 (Seperti Semut)

Baru saja mata kecilku ini terbuka dari pejamnya. Pandanganku pun kembali. Kembali melihat pada rutinitas yang harus ku jalani. Terasa sangat fresh pagi ini. Hembusan nafas pertamaku aku persembahkan untuk Allah SWT, hembusan kedua untuk papa dan  mamaku, hembusan ketika aku tujukan untuk keluargaku dan selanjutnya adalah untukmu.

Hati ini masih merasa berbunga bunga. Bagaimana tidak?, hari ini adalah tanggal 2. Tanggal yang berarti banyak. Berarti sebuah masa depan ketika tanggal ini berada pada bulan oktober. Berarti cinta yang tulus ketika tanggal ini sampai menginjakkan langkahnya pada bulan berikutnya, yaitu november. Dan berarti Allah masih memberiku cinta ketika bulan ini menginjak bulan desember, januari, februari, maret, april, mei, juni, juli, agustus, september dan berputar lagi seperti itu. Ya, itu harapanku! Setiap tanggal 2 akan membawaku pada kebahagiaan, keharuan atas nama bahagia yang mendalam, dan pelajaran yang hanya aku sendiri yang mampu meluluskan nilai - nilainya.

Bulan desember ini, berarti segalanya. Bulan yang awal datangnya disambut dengan hal kesukaan pacarku. Hujan!. Hujan seakan memberi berkah pada para pengungsi merapi untuk melihat debu – debu dijalanan bersih dengan sendirinya terseret arus air hujan. Memberi berkah pada jiwa - jiwa yang rindu akan sentuhan air di daerah kemarau Nusa Tenggara sana. Memberi siraman – siraman penyegar pada bunga – bunga yang akan mengering. Memberi pelajaran banjir kepada jiwa – jiwa pembusuk yang mengotori bumi ini dengan tingkah lakunya yang merusak warisan Allah. Memberi momen – momen indah dari aliran ajaran seni romantisme yg diajarkan oleh para seniman yunani kuno, sebuah romantisme dikala air turun membasahi bumi.

Keinginan terbesarku pun ada dibulan Desember ini. Keinginan yang simpel dan yang mungkin pernah dilakukan oleh semua orang dengan kekasihnya. Namun keinginanku tak hanya sekedar rasa ingin tahu ku atas keinginanku itu tapi keinginanku untuk merasakan dan menghayati keinginanku itu.

Aku ingin berada diwaktu yang tepat saat hujan datang. Aku ingin terperangkap hujan. Dan melanjutkannya dengan mengobrol berdua dengan pencinta hujan yang sudah menghiasi hari – hari ku selama musim kemarau lalu. Ya!. Aku ingin melewati waktu dimana aku dan kamu terperangkap dalam hujan, hanya berdua dan tak ada siapapun yang mengusik kita. Tak ada setan juga yang akan menghasut kita melakukan hal – hl berdosa. Aku hanya ingin bahagia melakukannya dengan cara mengobrol berdua sambil ditemani teh hangat yang melegakan alur tenggorokan dan menghangatkan tubuh kita. Percayalah ini akan indah. Aku ingin sekali hal ini terjadi. Tidak harus sekarang, bisa nanti, bisa kapan saja. Tapi aku akan merasa lebih bangga jika ini terjadi pada tanggal 2. Sehingga bertambah lagi arti tanggal 2 bagiku. Dan tinggal menunggu tanggal – tanggal 2 yang lainnya. Yang aku yakini akan indah.

Aku juga ingin meluangkan waktuku seharian bahkan lebih untuk membahagiakan dan menspesialkan kekasih hatiku di bulan desember ini. Aku ingin melepaskan dia dari jeratan jadwal yang mungkin bisa membelenggu waktunya dan menggiringnya pada kebosanan yang terlihat sangat memuakkan. Aku selalu membayangkan akan merubah rutinitas ku dengannya yang begini – begini saja menjadi lebih berwarna sehingga akan tercipta sebuah harmoni seperti pada lagu yang selalu aku nyanyikan untuknya disetiap malam sebelum ia tidur. Walau hanya aku nyanyikan dalam relung hati ku yang terdalam, tapi aku yakin nyayian itu akan sampai padanya dan membawanya pada mimpi – mimpi indah.

Coba bayangkan jika aku dan dia berdua!. Jangankan manusia, mungkin semut yang jadi pemegang predikat hewan paling setia saja akan berkata “Aku iri pada kalian!”. Tapi itu adalah kontradiksi. Sepasang semut yang berkata begitu, aku pastikan mereka mengalami kelainan!. Kenapa mereka berkata seperti itu. Seharusnya aku!. Aku yang berkata begitu!. Aku iri melihat sepasang semut dimanapun mereka berada. Aku ingin berkata pada semut jantan “Lihat lah badanmu yang kecil itu!. Dengan badan seperti itu kau bisa membuat rasa kekompakan dengan pasanganmu bertambah. Kalian bekerja sama. Bersenang – senang bersama. Berbagi cerita bersama. Melanglang buana bersama, selalu berdua bahkan Menantang gelombang kematian pun kalian akan bersama. Tapi aku?. Lihatlah aku semut bodoh!. Tak pantas kau iri denganku. Aku tak bisa sepertimu. Bukan aku tak bisa tapi belum bisa. Aku belum bisa membagi hidupku dengan pasanganku atau mungkin pasanganku yang belum bisa membagi hidupnya denganku. Tapi bagaimanapun aku selalu mencoba agar hal ini terjadi!. Agar aku selalu berbagi dengan kekasihku. Berbagi segala hal dan aku akan senang ketika hal ini sudah terjadi. Lalu kau sesosok semut akan merasakan iri sebenar – benarnya dengan melihat caraku berbagi dengan pasanganku.”.

Aku juga ingin menjadi sepertimu semut!. Bukan menjadi hewan tapi aku memiliki rasa seperti semut. Rasa gotong royong, setia, tidak kenal menyerah dan tidak mudah bosan. Aku ingin itu. Agar aku bisa menerapkan ilmu ilmu yang telah aku curi dari otak semut – semut kecil kepada hubunganku ini.

0 bacotan:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes